Sabtu, 17 November 2012

Asal Mula Desa Tanjung Tambak


Tanjung Tambak adalah sebuah desa yang terletak di daerah kabupaten Ogan Ilir kecamatan Tanjung Batu, menurut cerita dari narasumber yang dapat dipercaya Tanjung Tambak pada mulanya hanya sebuah hutan besar yang belum di huni oleh manusia, tanahnya menanjung  atau berbentuk tanjung.
Berdasarkan cerita narasumber bahwa nenek moyang mereka dulunya berasal dari desa Suka Puleh (Desa tersebut  berubah nama menjadi Tanjung Jirim dan sekarang diganti lagi menjadi desa Bangun Jaya ).
Kehidupan sehari-hari masyarakat di kala itu yakni mencari binatang buruan, menangkap ikan, mencari pucuk kayu sebagai sayur mayur di hutan, membuat alat untuk menangkap ikan seperti bubu seruo dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga sudah mulai mengenal kehidupan pasar dengan sistem barter atau saling tukar-menukar barang dimana hasil hutanlah yang menjadi alat untuk berbelanja.

Sekitar tahun 1880an Nenek moyang ini melakukan perjalanan hingga sampai ke sebuah hutan belantara yang belum di huni, kemudian mereka membuat suatu pemukiman. Mereka mendirikan gubuk-gubuk sebagai tempat tinggal dan menetap. Karena jumlah kelompok mereka semakin banyak dan berkembang maka para nenek moyang mendirikan tempat tinggal yang lebih layak untuk mereka tempati, yaitu sebuah rumah tinggi yang mempunyai tiang-tiang penyanggah yang berfungsi untuk menghindari dari gangguan binatang buas disekitar mereka.
Untuk memudahkan mengenal tempat baru tersebut maka para nenek moyang menamakan tempat tersebut sebagai dusun  atau kampung “Tanjung”, dan konon cerita di sebelah ilir dusun atau kampung tersebut juga ditemukan sebuah makam keramat “ Raden Fajri” yang mereka namakan sebagai “Tambak”. Makam keramat “Raden Fajri ini ditemukan oleh salah satu warga bernama “Hamim Zuber” yang kala itu menjabat sebagai ketep atau penghulu nikah. Ia bermimpi bahawa di sebuah tempat terdapat sebuah makam, maka Hamim Zuber beserta tokoh masyarakat lainnya segera melihat tempat tesebut dan ternyata benar bahwa di sana ada sebuah makam yang sampai sekarang masih dirawat dan dijadikan keramat oleh masyarakat setempat. Maka jadilah dusun atau kampung tersebut sebagai dusun Tanjung Tambak sampai sekarang.
Di salah tempat di desa Tanjung Tambak juga terdapat kampung yang diberi nama “Teluk Buai” menurut cerita nenek moyang, sejarah teluk buai adalah tempat tersebut tanahnya berupa “teluk” dan pada zaman penjajahan, untuk menhindari dari serangan penjajah maka masyarakat membuat sebuah tipu daya yaitu dengan cara membuat “buai atau ayunan” untuk anak bayi. Dan ayunan tersebut di isi dengan orang dewasa sehingga belanda mengira bahwa masyarakat desa Tanjung Tambak mempunyai ukuran tubuh yang sangat besar karena ukuran bayinya saja menyerupai ukuran orang dewasa apalagi orang dewasanya mungkin tidak bisa di lawan oleh Belanda. Oleh sebab itulah, orang-orang Belanda merasa takut lalu pergi dari desa Tanjung Tambak sehingga lepaslah masyarakat dari serangan penjajah Belanda. Untuk mengenang peristiwa lucu serta menegangkan tersebut maka masyarakat desa Tanjung Tambak menamakan tempat tersebut adalah “Teluk Buai” yang dikenal sampai sekarang.
Sistem pemerintahan di dalam masyarakat Tajung Tambak pada mulanya berupa kepala dusun atau krio yang ditentukan oleh masyarakat setempat, kemudian berdasarkan perkembangan zaman dan perubahan sistem pemerintahan maka sekarang berubah menjadi kepala desa atau kades yang dibantu oleh RT dan RW.

Walaupun kehidupan masyarakat diwarnai dengan persaingan, namun ciri khas sebuah desa tidak dapat berubah seperti kehidupan yang bergantung pada hasil perkebunan, pertanian, peternakan dan lain-lain.

8 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamu 'alaikum, salam kenal ya bu. Kakek-nenek kami masih berasal dari Tanjung Tambak. Jadi baru tau asal-asul ds. Tanjung tambak seperti diatas.

Unknown mengatakan...

Tanah kelahiran ku 😊😊😊😊

Unknown mengatakan...

Tempat kelahiran ku, Tanjung Tambak.
Terima kasih kisahnya...

Siapo Namo narasumber yang kau maksud?... hati-hati menulis sejarah sebuah desa mengatakan...

Coba di cari tau lagi kebenaran sejarah desa Tanjung Tambak yang kau tulis,dan cari narasumber yang benar-benar tau,tolong sejarah desa itu jgan dibuat salah,.hargai nenek moyang yang pertama kali merintis desa tanjung tambak jgan asal tulis lalu sher dampak nya sangat besar bagi generasi penerus desa tanjung tambak yang membaca artikel yang kau tulis,diduga ada kekeliruan

Siapo Namo narasumber yang kau maksud?... hati-hati menulis sejarah sebuah desa mengatakan...

https://www.penajurnalis.my.id/2024/06/diduga-menyebarkan-berita-bohong.html

Siapo Namo narasumber yang kau maksud?... hati-hati menulis sejarah sebuah desa mengatakan...

https://kabarri.com/2024/06/11/diduga-menyebarkan-berita-bohong-tentang-sejarah-akun-facebook-info-sumsel-terancam-dilaporkan-warga/?sfnsn=wiwspwa

Siapo Namo narasumber yang kau maksud?... hati-hati menulis sejarah sebuah desa mengatakan...

https://kompas86.com/daerah/diduga-menyebarkan-berita-bohong-tentang-sejarah-akun-facebook-info-sumsel-terancam-dilaporkan-warga/

Siapo Namo narasumber yang kau maksud?... hati-hati menulis sejarah sebuah desa mengatakan...

https://liputanterkini.co.id/2024/06/12/diduga-menyebarkan-berita-bohong-tentang-sejarah-akun-facebook-info-sumsel-terancam-dilaporkan-warga/

Posting Komentar